Kemarin kau putuskan mengakhiri kisah ini.

Tak urung kupikirkan apa salahku padamu,

Dan ku tak mengerti dengan alasan yang kau beri,

Karena mereka yang tak merestui…

Pernah ku mencoba ‘kan ku minta kepastianmu,

Namun takut kau menganggapku mengemis cintamu.

Bila ku teruskan pastinya kau ‘kan tetap bertahan

Takkan berubah, keyakinan, hati, dan cintamu…

Reff: Perasaanku yang terlanjur sudah,

Tersimpan dalam hatiku,

Tak begitu saja dapat terhapuskan,

Meski kau dengan mudahnya dapat pengganti diriku.

Bisakah kau menghargai sedikit perasaanku,

Tak terhitung hari kau tak sendiri lagi…

Sebagai seorang wanita yang pernah mencintaimu,

Harusnya kau tahu betapa hancurnya hatiku

Biar ku mencoba, ‘kan ku terima keadaannya

Bila ternyata kau bahagia t’lah berdua dengannya…

*reff 2 x

Sebagai seorang wanita yang pernah mencintaimu…

Merpati – Wanita Yang Pernah Mencintaimu

Pertama kali gue nemu ini lagu: oh, soundtrack salah satu FTV! Gue inget banget ceritanya, baguus! Kesan kedua kalinya, pas gue dengerin: so far so good… Ketiga kali, pas gue nulis liriknya: Dalem banget sih… Dan, kesan terakhir yang gue dapet dari ini lagu: Lho, kok mirip kisahnya -sensoor- sih?!

Mungkin, persis! Gue tahu jalan ceritanya mereka dari desas-desus sekelas. Yang merasa, jangan marah sama gue ya… Gue cuma maksud ke satu orang di satu sisi. Cewek yang ini emang bukan temen deket gue, tapi seenggaknya gue kenal sama dia. Banyak pelajaran yang gue dapet dari mereka: jangan ngeceng orang yang banyak kecengannya, jangan backstreet, jangan gila deh. (?)

Mungkin suatu saat gue bakal ngalamin kayak gini juga – cuma belum waktunya. Rasanya emang… sakit? Tapi kayaknya gue nggak nangis gara-gara seorang cowok yang penting nggak penting di hidup gue. Dan gue nggak bakal niat bunuh diri *masyaallah, astaghfirullahaladziim*, nilai-nilai turun, mata bengkak sepanjang waktu, lemes, sakit-sakitan. Separah-parahnya, gue bakal sesak nafas dan serangan jantung ringan.

Nangis emang bukan penyelesaian yang baik, tapi pelampiasan yang cukup baik. Tumpahin semuanya, sambil denger lagu sedih, dan coba tulis semua yang lo rasain, dan tidur. Feel the new you. Lebih baik nangis dari pada lo jadi gila. Tapi, habis itu langsung semangat lagi ya!

But, hey girls, we’re still young! Pesona kita nggak bakal abis gara-gara cowok, kecuali diambil duluan sama Allah SWT. Nggak usah nangis karena kita dilahirkan berpasang-pasangan. Nggak usah dendam karena kita nggak tau masa depan kita sama dia. Nggak usah frustasi karena kita masih punya banyak rencana yang belum terwujudkan. Kayak gue.

Meski gue belum bisa, belum berani, belum dapet siapa yang gue mau… gue pendem aja sendiri. Menurut kebanyakan orang, tipe orang kayak gue – yang cuma mendem perasaan dan nggak pernah cerita-cerita – bakal lebih cepet depresi. Tapi gue rasa nggak, tuh. Cewek itu kuat, guys, jangan salah sangka.

Gue diajarin untuk tetap kuat sama hidup gue. Gue diajarin mandiri sama hidup gue. Gue diajar stay cool kalau berantem sama ‘cinta’. Gue orangnya susah nerima mata pelajaran, tapi gue cepet nerima pelajaran hidup. Dan itulah hal-hal baik dari gue yang pantas dicontoh.

Kalau jatuh, berdiri lagi.

Kalau kalah, berusaha menang.

Kalau sakit, obati sendiri.

Dan kalau semua masalah udah terlanjur numpuk di dalam hati lo, lo bisa lampiasin dengan nangis sepanjang hari dengan sepasang timun dan gel aloe vera untuk ngompres mata yang bengkak^^.

*gue lagi melankolis (eh, iya bukan sih?) Jadi maklumin aja kalau rada lebay^^

ADUH!

Angklung udah dicuri. Rasa Sayange dicuri juga. Sekarang apa, tari Pendet?! Kreatif dikit ngapa, bikin kesenian sendiri! Geraaam, ARGH! *ya pemirsa, anda pasti tahu siapa yang saya maksud.

Oh iya, beralih deh. Ke KPA3, itu tuh, ada alumni SMA3 – KPA3 yang jadi eksis. Katanya Kakak aku kenal tuh. Jadi pembawa berita sekarang beliau di Liputan 6… Namanya.. Mochamad Achir. Eh, iya gitu? Iya aja deh, maaf ya yang punya nama ^^.

Oh iya lagi, katanya ada yang baru jadian ya? Sherina sama Raditya Dika? Iya gitu? Ah masa sih? Ah ya sudahlah^^, kalau emang bener apa salahnya, kalau salah salahin yang bikin gosip ya…

Udah deh jangan ngegosip, hehehe. Masih pada puasa nih, tapi aku nggak.

BUKAAN, BUKAN non-muslim! Aku muslim kok, nyantai ajaaa… Tapi nggak ikut saur nih, nggak sarapan, dan sampai jam segini belum memasukkan makanan atau minuman apa pun ke dalam lambung. Aduuuh, kalau sekolah puasanya jadi ikutan ya. Nggak ada yang jual makanan… hiks.

Eh, mbak Zivanna Letisha Siregar nggak jadi miss universe nih, sayang sekaliii… Yang menang dari Venezuela lagi, ya? Mungkin orang-orangnya disana sholeh-sholeh rajin menabung cantik gemulai lemah lembut syalala…

Wah nggak penting nih. Nggak ada topik penting yang mau diceritain ya? Carikan aku tema pembicaraan yang asyik^^. Sekarang aku mau nge-twitter ya, daaah!

Aduh! Hidup tanpa punya gebetan emang nge-betein. Hampaa… hampaa… hampaa… (*aduh apaan sih). Sementara anak-anak lain udah senang-senang dengan gebetannya yang baru, gue? Malah lagi ngerasa ilfeel sama yang namanya *****.

Terus gue sama siapa dong? Berhubung ini ramadhan, nggak apa-apa deh, kalau memang nggak punya gebetan. Kan, menyucikan hati dulu, cieee^^.

Yaa, sudahlah tinggalkan persoalan tentang gebetan itu.

Lebih baik bersepeda mengitari kota suka-suka (*yaaah, lo kira The Changcuters). Maksudnya, lebih baik bikin kue kering, atau strawberry cheesecake buat ta’jil, siap-siap buat lebaran nanti, plus siap-siap dateng ke acara pernikahannya Mas Eki 4 Oktober nanti. Yap, sepupu gue satu ini bakal nikah! Jangan ditanya, pemirsa, umurnya emang udah 25 dan dia jauh lebih tua dari gue dan kakak gue tentunya.

Akhir-akhir ini juga gue udah mulai mengerti ngegunain wordpress secara keseluruhan (*sekian lama gue pake wordpress, gue baru nyadar apa itu blogroll! Astagaaa…)

Dan akhir-akhir ini lagi. gue jadi sering buka-buka buku Biology Sixth Edition-nya Raven ama Johnson, halamannya ada sekitar 2xxx. Kata Ayah: “Put, kalau kamu baca itu dari awal sampai akhir, bisa jadi juara OSN, lho.”

Dan gue pun tercengang.

Silakan, pemirsa, kalau-kalau ada yang mau lolos OSN dan isyaallah dapat emas, baca, hafalkan, dan belilah buku “RAVEN – JOHNSON BIOLOGY SIXTH EDITION”, harganya sekitar 500rb kebawah (anjuran, karena tuh buku lengkap banget isinya). Kalau mau yang Campbell ama Reece juga nggak apa-apa, gue punya tuh dua-duanya. Iih, serem! Tebel banget!

Dan finally, gue cuma mau nyampein:

Kunjungi website kami di Liputan6.com yang telah berganti wajah dengan berita-berita yang terlengkap dan terpercaya. Saksikan berita kami selengkapnya di Liputan 6 Petang satu jam dari sekarang (*bohong^^).

Sekian dan terima kasih, salam SCTV.

“Semalam aku bermimpi… bertemu dengan dirinya…  lalala, liliili…” – aduh, malah nyanyi. Nggak semalam banget sih, tapi.. itu mimpi ter nggak jelas yang bisa diinget – inget sampai sekarang.

Kejadiannya kurang dari seminggu lalu, sekitar jam 10 malam gue pergi ke tempat tidur dan tidur lelap, hahaha.

Dan… kebangun jam 2 pagi karena panggilan alamiah buat shalat tahajud (walau nggak shalat, berdoa aja di kamar deh, dingin…!) lalu, tidur lagi deh, dan berharap mimpi indah. hehe…

Dan sialnya… mimpi ‘indah’ itu kejadian, pemirsa! Entah indah… entah nggak… tapi… okelah buat dijadiin kenang-kenangan. Sampai sekarang gue senyum-senyum terus inget mimpi itu, walau kadang ketawa geli.

Ceritanya dimulai begini:

Gue punya pacar yang gue kagetkan orang itu adalah **tr*. Tapi gue stay cool dong, toh dia ceritanya pacar gue. Sayangnyaa, habis itu kita berantem gara-gara suatu hal, dan gue nggak pingin nyeritain hal apa itu.

Dan keesokan harinya pun gue berangkat ke sekolah (di sini gue udah SMA!! Asyiik…) Dan ini masih di dalam mimpi saya, pemirsa. Pas istirahatnya, gue ngumpul sama sahabat-sahabat gue yang baru di SMA (bahaya kalau disebutin namanya, kalian bisa ngakak!^^)

Mereka minta gue baikan aja sama **tr*. Kata mereka, masa gue berantem terus sama dia berhari-hari? Lagi pula katanya kita PDKT-nya lama. Ya ampuuun…

Ya sudah, gue pun pergi ke kampus si **tr*. Yap, dia anak kuliahan ternyata… ITB bukan ya? Nggak merhatiin. Di sana, di gerbangnya, aku ngelihat dia. Tapiii… entah kenapa gara-gara apa entah bersama siapa dia, gue jadi bad mood, ilfeel. Gue pun ngajak sahabat-sahabat gue pergi dari sana, narik mereka.

Tapi, tiba-tiba langkahku terhenti oleh sebuah roda motor (?). Berhubung aku nunduk, ya yang keliatan rodanya dulu. Dan gue pun perlahan lihat ke atas, menegakkan kepala kembali. Sreeet…

Yaaa, motornya bukan CS1!!! *beneran, gue merhatiin ini, kesukaan gue pada CS1 telah mendarah daging dan terbawa sampai mimpi!

Gue lihat muka si pengendara motor. Ya ampun, dia **tr*, dan gue terkagum-kagum gue bisa lihat dia se-nyata(?) itu. Dan dia minta maaf sama gue.

Okay then, aku nggak tau makna apa yang musti gue ambil dari mimpi itu, tapi… gue bahagia bisa ketemu **tr* walau dalam mimpi.

Bersambung ke Hal-Hal Aneh Yang Ingin Diceritakan (2)

Ayahku mau jadi juri di OSN Biologi SMA tahun ini, yang diadakan di Jakarta, tepatnya SMAN 70, 4 Agustus besok. Huahahahaha….

Di rumah Ayahku siap-siap berbagai peralatan: tisu 70 rol! Bayangkan! Jangkrik 300 biji! Buset daah… Beli timbangan emas (sori, bukan dari emas, tapi timbangan kecil yang biasa buat nimbang emas) sebanyak 4 biji, dan terus bertambah. Ih waw!

Di kampusnya juga siap-siap cawan berparafin lah, mikroskop lah, wohoho… Keren banget OSN tahun ini, heboh tenan!

Dan, setelah OSN selesai, semua barang-barang itu bakal disumbangin ke SMAN 70 itu sendiri!!!! Ih, kaya abis! Soalnya yang dibeli berkualitas semua dong… OSN gitu lho.

Jadi inget, temenku si Avi mau masuk SMAN 70. Hahaha, beruntunglah dikau kalau praktikum  disana… Hehe, boleh juga tuh jadi inceran, SMAN 70-nya.

Sudah ku mengaku saja,
Apa yang semua kulakukan hanya dusta.
Lihat diriku, hanya katakan,
Ternyata ku lebih rindu dirimu…

Tangga – Sudah – Tangga (2005)

Nggak selamanya aku harus bertahan jadi DRAMA QUEEN–atau DRAMA PRINCESS?–dan memang seharusnya aku berhenti!

Bosen aja kalau selamanya harus menyembunyikan isi hati–duuh. Rasanya berat, kayak waktu harus ngelepas seorang calon sahabat pergi. Nggak selamanya, sih. Atau, pas nggak ingin ada yang tahu aku suka sama idolaku (?). Kayaknya satu keluarga nggak pada tahu aku nge-fans beraaat banget sama Tangga, ya? Hehehe…

Sama kayak…

Ah, udahlah, jangan diomongin. Sekarang udah… IHH….!!! Lupakan aja deh, nggak penting, nggek butuh, nggak perlu, nggak minat!

Soal SMA, karena UN tahun 2009 ini rada bermasalah dan bocor sana-sini, ibuku menawarkan solusi baru: SMA Taruna Bakti & SMA Alfa Centauri! (Mungkin biar aku nggak nangis darah kalau nggak keterima di SMA 3, hehehe…) Lagi pula, nggak ada yang menjamin UN tahun depan bakal baik-baik aja, kan?

Atau lagi, katanya aku boleh ikut tes RSBI SMA 3 yang katanya 11 juta (oh, betapa baiknya ayahku, padahal aku sendiri nggak tau mau ngambil uang sebanyak itu darimana?)

aku: “Kenapa nggak ke SMA Pribadi aja, Bu?”

ibu: “…uang darimana?”

aku (dalam hati): “Kayaknya masuk SMA 3 lewat jalur RSBI juga lebih mahal, ya… hehehe…

Katanya, di Cimahi tahun depan berlaku SMA GRATIS!!!! Ohmaigat! Sayang, aku nggak mau SMA di Cimahi. No waaay…!

Sepupuku, Teh Dhila, jadi masuk SMANSA (SMAN 1 Bandung, di Ir. Juanda). Tadinya mau masuk SMA 3 lewat non-akademis softball… Nggak disangka, nggak keterima dong! Ihhh… ngebetein banget, kan? Huh…

Abis, dengan gilanya, yang daftar ke SMA 3 paling gede NEM-nya 39,8. Jdeeeng!! Aku sih senyum-senyum aja, dalem hati padahal mau nangis liatnya. Padahal nangis aja, ya? Udah lama nggak nangis-nangis, heu…

*BTW, ada yang tau nggak, beli VCR di Bandung dimana, berapa? Thanks, hehehe… ^^

Setiap saat, aku menghapus perlahan mimpi yang seandainya pasti.

Aku mendengar, menatap kosong, menghela nafas berat .

Bukan sikap keluh. Bukan juga marah. Bukan kesal. Bukan rasa benci.

Hanya kecewa, sakit rasanya. Dalam hati berontak, namun apa daya. Setiap waktu ada saja.

Aku iri. Jujur, aku iri. Meski tak ada gunanya jika aku masuk diantara mereka.

Aku iri. Sungguh, aku iri. Satu-satunya tujuan hidupku terhapus begitu saja.

Dalam satu kalimat. Lewat satu kata. Setiap detiknya berbisik membunuhku.

Akan kucoba lupakan. Walau tak sepenuhnya.

Akan kucoba tinggalkan. Apa adanya.

Terima kasih atas euforia yang pernah kau berikan untukku.

Let’s say goodbye. To friends, to wishes, to hopes, to dreams. To enemy.

08 Juli 2009.

Iyaaa… UKK berakhir, teman-teman!!!

Dan itu berarti, beberapa minggu lagi aku bakal masuk ke dalam sekolah dengan gelar ‘TETEH-TETEH KELAS 3′ yang seakan ter-cap di jidat gede-gede… Ahahahaha… Senangnya jadi anak kelas 3 SMP! Itu berarti, UN makin dekat… Hohoho…

UN?! Apaa, UN?! Oh, iya dong, sedang menunggu UN datang nih.

Semangat banget buat membuka lembaran baru di sekolah, mulai belajar dengan giat, sungguh-sungguh, dan menerima hasil akhir jerih payahnya: bisa masuk SMAN 3 Bandung yang sejak lama aku impi-impikan!

Huaaah, SMA 3. Keren banget sih, kedengerannya… OMG…

Di kelas 3 nanti harus berubah nih supaya bisa masuk SMA 3 yang kuimpikan itu. Ciee….

Oh iya, formulir pendaftaran GADIS sampul 2009 dipepanjang sampai Agustus! Ah, nyaris aku lonjak-lonjak di depan komputer. Ah, senangnyaaa…! Kalau gitu, aku ada kesempatan buat coba-coba, ahahaha…

Serem ya, pas tau cita-cita aku buat jadi model cover majalah… Hiaaa…

Ya sudah, kembali nanti ya. Hahaha…

Gara-gara lihat Kak Aryani Fitriana di sinetron ‘Kepompong’ dan tau Kak Ryan itu Pemenang Favorit di GADIS Sampul 2002… Kak Maudy Mikha Tambayong juga finalis GADIS Sampul 2008… Sumpah, jadi tambah pingiin… banget buat ikutan pemilihan GADIS Sampul. Terlebih, finalis-finalis GADIS Sampul itu banyak banget yang sukses, lho! Sejak dulu sih, memang pingin jadi model. Sebenernya bukan model sih tujuan pertamanya, cuma jadi penyanyi! Ahahaha… Tapi susah juga sih, buat jadi pemenang… kalau aku belum jalanin operasi atau suntik bekas luka yang sangat mengganggu itu ke dokter, soalnya nggak bakal bisa pakai v-neck… Dan kalau mau ngilangin semuanya itu, artinya aku harus kehilangan uang nyaris 1,5 jutaaa…!! Tuhan toloong… Iya nih, gara-gara dulu kejadian pernah jatuh, kebaret, kegores beberapa kali pas cacar… Luka-lukanya membekas dengan banyaaak banget (malah aku sempet nangis-nangis kalau ngebayangin bekas-bekas ini sama impian aku jadi penyanyi atau model). Kalau aku mau dengan cara yang benar-benar ‘gila’, aku bisa hilangin bekas-bekas itu dengan balik ngebaret-baret sampai bekas rata sama permukaan kulit yang lain, dan membiarkan lukanya sampai bener-bener kering, kalau beda warnanya aja sih bisa pakai lotion. Tapi, rasanya sakit dan sakiiit.. banget! Apa aku harus nekat ngerelain semua uang tabungan aku ludes untuk operasi dan suntik? Tapi aku takut semua uang itu nggak kegantiin… Belum lagi harus benerin gigi kanan, mungkin bisa sampai satu juta! Kalau ada uang lebih, insyaallah aku bakal usaha buat ngilangin bekas luka ini dan merapikan gigi sekaligus (ikutan foto senyum pepsodent, ah!). Do’ain deh, supaya suatu saat aku bisa kesampaian jadi model dan penyanyi. Amiiin…

Aku gadis biasa, tak lebih
Sama sekali tidak kaya
Tak pula cantik
Tak juga cerdas
Tidak istimewa

Aku seorang pemimpi
Tak nyata, semu belaka
Sebenarnya perih
Tapi apa daya?

Ingin seperti apa yang kuinginkan, namun tak bisa
Hanya dapat lampiaskan impian pada perasaan
Setidaknya aku bisa sempurna di khayalku

Tapi sepertinya mungkin karena aku lah
Ada pensil dan kertas
Bahkan microsoft office word 2003
Setidaknya karena aku yang butuh teman

twittercorner^^

Error: Please make sure the Twitter account is public.