Setiap saat, aku menghapus perlahan mimpi yang seandainya pasti.
Aku mendengar, menatap kosong, menghela nafas berat .
Bukan sikap keluh. Bukan juga marah. Bukan kesal. Bukan rasa benci.
Hanya kecewa, sakit rasanya. Dalam hati berontak, namun apa daya. Setiap waktu ada saja.
Aku iri. Jujur, aku iri. Meski tak ada gunanya jika aku masuk diantara mereka.
Aku iri. Sungguh, aku iri. Satu-satunya tujuan hidupku terhapus begitu saja.
Dalam satu kalimat. Lewat satu kata. Setiap detiknya berbisik membunuhku.
Akan kucoba lupakan. Walau tak sepenuhnya.
Akan kucoba tinggalkan. Apa adanya.
Terima kasih atas euforia yang pernah kau berikan untukku.
Let’s say goodbye. To friends, to wishes, to hopes, to dreams. To enemy.
08 Juli 2009.

No comments yet
Pengumpan komentar untuk artikel ini